
ken ndaru
Halo.... Selamat datang ...
Versi Cetak
Saat ini versi cetak belum tersedia. Silakan kirim e-mail padaku, via tombol di bawah ini, jika ingin diingatkan apabila versi cetaknya sudah tersedia.
Tentang Aku

Aku telah aktif berpolitik sejak tahun 1992, ketika masih menjadi mahasiswa di IPB. Tahun 1996-1998 aku menjadi tahanan, lalu narapidana politik dan mengeram di LP Cipinang, Jakarta.
Setelah bertahun-tahun aktif menulis artikel-artikel politik (dan menghasilkan satu buku politik Karl Marx, Revolusi dan Sosialisme), aku kini mengejar passion-ku, menulis tentang dunia-dunia yang penuh keajaiban, kompleks, penuh dengan pilihan-pilihan yang sulit.
Aku membangun semestaku dari nol, lengkap dengan hukum-hukum fisikanya, struktur ekonomi-politik-sosial masyarakatnya, geografinya, interaksi manusia dengan alamnya.
Tokoh-tokoh dalam ceritaku berkarakter kompleks; tidak ada tokoh yang 100% baik, tidak ada yang 100% jahat. Bahkan para antagonisnya pun mengundang simpati karena kita dapat membenarkan alasan-alasan dia mengambil tindakan bermusuhan dengan para protagonis.
Dalam dunia nyata yang semakin hari semakin hitam-putih, di mana tidak ada pilihan selain with me or against me, aku ingin menyajikan kisah di mana semua orang kesulitan mengambil pilihan, di mana semua pilihan memiliki akibat positif maupun negatif. Dan, setelah semua keriuhan reda, dunia yang ditinggali para tokoh akan mengalami guncangan dan perubahan yang mendasar.
Shangri-La the Hidden City

Aku beruntung pernah mendapat kesempatan menyusur pebukitan di kaki Gunung Anapurna, salah satu puncak tertinggi Himalaya. Puncak-puncak bersaput salju, yang nampak dari pebukitan menghijau, mengilhami aku tentang sebuah dunia misterius yang bersembunyi di balik jurang-jurang dan lembah-lembah rahasia di bentang alam nan keras itu.
Serial ini diawali dengan pertanyaan: jika benar para penyihir ada di dunia ini, mengapa mereka harus bersembunyi? Cara bagaimana mereka dapat bersembunyi? Tidakkah mereka ingin keluar dari persembunyian mereka, dan mendapat pengakuan serta penerimaan dari umat manusia?
Dan aku menempatkan seorang gadis remaja dari Afrika sebagai tokoh utama, yang anugerahnya adalah sekaligus sumber bencana dan penderitaan baginya.
Dia adalah tiang utama dari sebuah cerita multi-kultur, dengan para penyihir yang datang dari segala penjuru dunia, dengan budayanya sendiri-sendiri, prasangkanya, kebanggaan dirinya. Dan, tentu saja, benturan sosial dan pemikiran yang terjadi akibat perbedaan-perbedaan itu.
Dan aku membuat antagonisnya sangat simpatik. Dia adalah pejuang yang idealis. Aku menuliskan relasi saling mempengaruhi, antara antagonis dan protagonis dalam kisah ini. Aku menuliskan bagaimana sekutu tidak dapat 100% dipercaya, dan musuh tidak 100% keliru. Hati-hati pada sekutumu, dan dengarkan musuhmu.
Ada tiga buku dalam seri ini. Buku keempat masih dalam angan-angan. Ketiga buku ini dapat diperoleh di Google Play Books.
Blood Brotherhood

Saat wabah COVID mulai melanda, aku gabut di rumah, dong. Malah terbayang soal vampir karena, dalam salah satu cabang mitologinya, vampirisme dapat ditularkan melalui virus.
Mulailah aku merancang satu semesta di mana vampir sudah menguasai seluruh bumi. Akan seperti apa dunia ini di bawah kekuasaan para vampir?
Aku merancang vampir dalam kisahku sama sekali berbeda dengan vampir dalam mitologi yang biasa ditemui dalam kisah-kisah horor. Vampirisme mereka berasal dari virus. Mereka tidak abadi (immortal) tapi usia alamiah mereka berlipat ganda karena virus itu, selain membuat mereka harus mengkonsumsi darah manusia, juga membuat sistem imun dan regenerasi sel mereka sangat perkasa.
Tapi ini bukan kisah horor. Ini kisah detektif.
Melalui penyelidikan Detektif Chakra Purana dan rekannya Detektif Layla Aziza atas seorang pembunuh berantai, aku akan membawa pembaca menyusuri jalanan Jakarta di abad ke-23. Jakarta yang hijau, yang bahagia warganya.
Dan, tentu saja, ada intrik politik yang tak kenal kasihan di balik pembunuhan berantai yang keji dan lihai ini. Konflik antara vampir dan manusia, konflik antar kelas dan kasta dalam masyarakat, konflik antar ideologi, semua ada dan berkontribusi ke dalam kisah ini.
Sebagaimana yang aku suka, tokoh-tokoh dalam kisah ini semuanya abu-abu. Aku ingin agar pembaca dapat mengritik para protagonisnya, juga dapat menemukan kelebihan di antara para antagonisnya.
Kisah ini dapat dibaca dan dibeli di Storial.co. Silakan klik tombol di bawah untuk menuju ke sana.
Oh, ya. Ini kisah untuk 18 tahun ke atas. Adegan kekerasannya eksplisit. Dan tentu saja, sebuah kisah vampir tidak akan lengkap tanpa adegan ehem.


